Selasa, 06 Maret 2012

Membuat Cerita Perjalanan


Berkunjung kesuatu tempat nampaknya lebih menarik jika kita bisa menceritakan hasil kunjungan atau perjalanan kita. Berwisata sambil mencari data kemudian mencatat hal-hal yang menarik selain untuk diri sendiri bisa juga diceritakan kepada orang lain.

Menulis cerita perjalanan tentu saja ada persiapan agar ketika kita melakukan perjalanan bisa mendapatkan cerita yang menarik. Selain tulisan sangat bagus jika kita memiliki kamera. Kenapa perlu kamera? karena kita bisa foto objek menarik atau foto narsis sebagai bukti dokumentasi.

Berikut ini ada beberapa tips melakukan perjalanan dan membuat dokumentasi perjalanan tersebut :



1. Riset (Cari informasi awal)
Sebelum perjalanan berlangsung mulailah dengan mencari informasi tentang tempat yang akan menjadi tujuan perjalanan, seperti kontak person, nama-nama lokasi, peta lokasi, perlengkapan yang dibutuhkan dan transportasi .Tujuannya agar bisa mendapatkan informasi apa yang kita butuhkan atau gambaran apa yang kita butuhkan dalam perjalanan nanti, alias agar tidak bingung nanti di tempat tujuannya.


2. Aktivitas/Traveling

Setelah dapat informasi lengkap maka langsung perjalanan dimulai. Ada beberapa hal penting dalam perjalan ini, supaya tujuan perjalanan bisa tercapai

a. Motret alias ambil gambar
Bukti nyata ketika melakukan trip perjalanan atau semacamnya adalah gambar atau foto, jadi jangan lupa abadikan hal yang menurut kita menarik, unik, bernilai informasi dan rajin-rajin motret pokoknya

b. Interview alias wawancara
Lebih lengkap lagi lakukan wawancara dengan pemuka adat, aparat desa, warga, pejabat setempat atau dengan narasumber yang sesuai dengan bahan yang dibutuhkan.

c. Mencatat semua hal yang dibutuhkan
Ini berhubungan dengan data-data yang mungkin susah diingat,atau catatan wawancara

d. Nikmati perjalanan kita
Pokoknya perjalanan jangan membebani tapi dinikmati, poin ini sangat penting, karena ketika melakukan perjalanan maka bukan untuk bersedih tapi untuk gembira dan menikmati perjalanan kita.

3. Olah data
Semua data yang diperoleh dikumpulin, foto-foto di pilih sesuai kebutuhan, catatan-catatan dirapikan dan ditulis.

4. Proses pembuatan cerita
Setelah foto dan tulisan-tulisan kecil atau catatan wawancara dan data lainya terkumpul, maka segeralah menyusun dan membuat cerita yang rapi supaya enak dibaca. 

5. Distribusi
Distribusi yang dimaksud adalah media atau tempat  menaruh cerita tersebut, ada beberapa media:
  1. Tulis diblog pribadi
  2. Tulis diforum online
  3. Bisa juga dibuat e-book yang bisa diunduh gratis.
  4. Atau bisa juga dimasukin kemajah traveling, siapa tau cerita kita menarik untuk diterbitkan
  5. Kalau punya kumpulan cerita panjang bisa juga dibuatin buku dan diterbitin deh

6. Promosikan cerita

Promo disini adalah menyebarkan cerita kita tadi. Perkenalkan hasil karya kepada teman, sodara, atau di blog, jejaring social atau di forum diskusi juga bisa.

Tips diatas sudah saya praktekkan dan cukup membantu. Bisa juga diterapkan untuk wisata kuliner, wisata alam atau sekedar jalan-jalan sore. Kayaknya kurang menarik jika tidak ada contoh membuat cerita perjalanan ya. Postingan selanjutnya silahkan nanti baca contoh menulis cerita tersebut.

Ditulis oleh : Ngaliman

7 komentar:

  1. wah, bisa buat ide neh gan. Thanks 4 sharing...

    berkunjung dan komentar juga ya di blog ane... salam kenal

    BalasHapus
  2. makasih ya atas kunjungannya :)
    saya langsung ke tempat anda :)

    BalasHapus
  3. kalau saya sih langsung nulis tanpa persiapan, foto ngambil seadanya, pokoknya apa yang saya ingat, langsung ditulis aja selagi ingat. Soalx saya rada malas buat nulis terstruktur.

    salam Qorinet

    BalasHapus
    Balasan
    1. semuanya boleh-boleh saja sih mas, saya saja punya banyak sekali tulisan-tulisan yang tidak terstruktur, kejadiannya sama seperti masi Qori, tapi perlahan tulisan-tulisan itu saya buat lebih indah dengan tulisan yang rapi, enak dibaca, dan orang lain pun suka dengan tulisan saya :)

      Hapus
  4. Semenjak bulan Juni 2011, saya mendapatkan 'partner' dalam bikepacking yang kebetulan hobi motret. Maka dalam perjalanan yang kita lakukan -- dengan naik sepeda maupun 'membawa' sepeda -- sepulangnya saya yang menulis, foto-foto dari dia. :)

    Sangat menyenangkan! :) Meski mungkin tulisan tentang tujuan wisatanya tidak komplit, lebih ke pengalaman bersepedanya. :)

    Contoh perjalanan yang paling mengesankan bagi saya dan partner adalah ketika bikepacking ke Pantai Nampu, Wonogiri.

    http://bikingjourneyofnana.blogspot.com/2012/02/bikepacking-to-nampu-beach.html

    Terima kasih telah berkunjung ke blog saya. :)

    BalasHapus
  5. Meluncuuurrr.. sering-sering berkunjung juga ya.. :D

    BalasHapus